Pemanasan global berdampak pada
kehidupan di bumi. Dampak pemanasan global, antara lain, es di kutup mencair,
kenaikan permukaan air laut, peningkatan cuaca yang ekstrim, perubahan
intesitas dan pola hujan, penurunan produksi pertanian, dan kepunahan berbagai
jenis flora dan fauna.
1.
Es
Antartika Makin Tipis
Para Ilmuan memperkirakan bahwa selama
berlangsung pemanasan global, daerah bagian utara belahan Bumi Utara lebih
panas disbanding daerah-daerah bagian lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gungung
es mencair dan daratan menyusut, masa es yang mengapung diperairan utara akan
berkurang, dan salju ringan tidak lagi dialami daerah-daerah tertentu yang
sebelumnya mengalaminya. Daerah pegunungan subtropics akan semakin sedikit
tertutup salju dan salju akan cepat mencair. Lapisan es di kutub Utara Artika
makin menyusut. Melalui pantauan satelit sejak 1979, lapisan es yang tipis pada
musim panas menjadi lebih rentan disbanding 30 tahun sebelumnya. Lapisan es
normal pada musim panas setebal 10 meter atau lebih membentang mulai batas tanah
hijau ( greenland ) dan Kanada sampai Rusia. Ketebalan es pada musim dingin
menurun.
Lapisan es di kutub Utara Antartika
sangat penting untuk menyerap sinar matahari dibumi. Semakin tebal lapisan es,
semakin banyak panas yang diserap. Ada indikasi baru bahwa lampengan es mungkin
akan terlepas dari Antartika Citra Satelit Badan Angkasa Eropa (ESA) menunjukan
jembatan es sepanjang 40 km telah runtuh. Menurut para Ilmuwan hal itu
disebabkan oleh pemanasan global. Citra Satelit ESA menunjukkan gunung-gunung
es baru terbentuk. Gunung es itu berasal dari pecahan jembatan es yang
mengapung di laut di bagian barat Semenanjung Artantika. Bongkahan es raksasa
menonjol dari Antartika menuju ujung Selatan Amerika Selatan.
2.
Air
Laut Menjangkau Daratan
Efek rumah kaca membuat suhu atmosfer
semakin panas. Kenaikan suhu atmosfer menyebabkan suhu air laut menghangat
sehingga volumenya membesar. Kenaikan suhu atmosfer juga akan mencairkan
lapisan es di kutub sehingga menambah volume air laut. Suhu air laut yang
menghangat dan lapisan es yang mencair akan menaikkan tinggi permukaan laut.
Selama abad ke-20 kenaikan tinggi permukaan air laut dunia telah mencapai 10-25cm.
IPCC memperkirakan kenaikan permukaan laut pada abad ke-21 mencapai 9-88cm.
Perubahan tinggi permukaan laut akan
mempengaruhi daerah pantai. Sebagian wilayah Negara yang berbatasan dengan laut
akan tenggelam. Contohnya, kenaikan 100cm permukaan laut akan menenggelamkan 6%
daratan Belanda dan 17,5% daratan Bangledest. Kenaikan tinggi permukaan laut
memengaruhi ekosistem pantai. Rawa-rawa
di daerah pantai akan tenggelam dan rawa-rawa baru terbentuk di daerah
perkotaan atau daerah terbangun. Misalnya, kenaikan 50cm permukaan laut akan
menenggelamkan separuh daerah rawa di Amerika Serikat. Dampak lain adalah air
laut semakin masuk daratan di muara sungai.
Banjir
pasang laut di daratan semakin meningkat. Pantai-pantai mengalami abrasi
sehingga bukit-bukit pasir akan hilang.
3.
Hawa
Semakin Panas
Akhir-akhir ini mungkin banyak orang
merasakan hawa yang berbeda bila dibanding dengan beberapa tahun yang lalu. Hawa terasa gerah saat hari
cerah. Panas sinar matahari menyengat saat tengah hari dan sehabis hujan hawa
tidak terlalu dingin. Fonomena tersebut menjadi bukti bahwa telah terjadi
kenaikan suhu udara di atmosfer. Peningkatan panas atmosfer menyebabkan laut
sebagai bagian teluas di bumi juga bertambah panas. Beberapa indikator bahwa
hawa semakin panas adalah sebagai berikut :
1.
Suhu
permukaan bumi telah mengalami kenaikan, dan dalam keadaan terpanas selama
2.000 terakhir.
2.
Suhu
permukaan bumi meningkat secara signifikan terutama di kutub es. Daratan dan
permukaan air baru muncul mudah menyerap panas matahari sehingga suhu kutub
semakin panas dan es mencair.
3.
Suhu
di kutub utara mengalami kenaikan tiga kali disbanding suhu rata-rata dunia.
Bila terjadi kenaikan suhu permukaan bumi sebesar 30C, dalam 100
tahun kedepan permukaan laut akan naik 7 meter. Banyak daratan rendah di bumi
tenggelam dan lenyap dari peta bumi.
4.
Pembakara
bahan bakar fosil, seperti minyak bumi dan batu bara, meningkatkan kadar CO2
di atmosfer dan membuat air laut semaki asam. Keasaman air laut yang meningakat
akan mematikan berbagai jenis ikan dan mengubah pola migrasi dan pemijahan.
Damapak kenaikan suhu
permukaan bumi, antara lain :
1.
Bila
suhu permukaan bumi naik 10C, gelombang pasang akan menenggelamkan
rumah-rumah di pesisir, terjadi angin topan di Atlantik Selatan, dan kekeringan
hebat di barat Amerika yang mengakibatkan produksi pertanian menurun.
2.
Bila
suhu permukaan bumi naik 20C, akan mematikan banyak ekosistem
terumbu karang dan ikan, banjir terjadi di banyak tempat, dan produktivitas
pertanian menurun sehingga harga pangan naik.
3.
Bila
suhu permukaan bumi naik 30C, hutan basah Amazon akan terbakar dan
berkurang luasanya. Hutan Amazon yang memasok 20% oksigen dunia terancam punah
sehingga hawa semakin panas.
4.
Bila
suhu permukaan bumi naik 40C, kota-kota seperti Jakarta, Bangkok,
London< mesir, dan Bangladesh akan tenggelam.
5.
Bila
suhu permukaan bumi naik 50C, dunia akan mengalami krisis ekonomi
dan politik. Konflik perebutan sumber daya ikan terjadi karena laut di daerah
subtropis tidak lagi menjadi habitat ikan.
4.
Spesies
Flora dan Fauna Berkurang
Pemanasa global mengakibatkan lapisan
es di Arktika dan Antartika mencair. Selama musi panas di Arktika, beruang
kutub berjalan jauh dari daratan es untuk berburu makanan. Bila massa di kutub
mencair semakin banyak di musim panas, daerah perburua beruang kutub akan
berkurang sehingga terjadi kekurangan makanan di musim dingin.pencairan es di
Antartika menyebabkan habitat penguin semakin sempit. Penguin membutuhkan
daerah es laut yang luas untuk hidup dan berkembangbiak. Daerah es laut yang
luas membuat penguin aman dari ancaman hewan lain yang memburunya. Bila suhu
air laut meningkat, sehingga banyak massa es mencair, penguin tidak lagi aman
dan hidup bebas.
Hewan dan tumbuhan sulit menghindari
dampak pemanasan global selama. Selama pemanasan global, hewan cenderung
berpindah ke daerah yang dingin, seperti pengunungan dan daerah kutub karena
habitatnya terlalu hangat. Namum, permukiman dan lahan pertanian menghalangi
migrasi hewan. Ketika iklim gunung yang dingin menghangat, habitat tumbuhan pun
berubah. Tumbuhan pegunungan Alpen yang biasa hidup dalam cuaca dingin bertunas
semakin keatas untuk menghindari peningkatan suhu atmosfer. Di daerah tropis
seperti Indonesia, penyusutan luas hutan bakau akibat kenaikan permukaan laut
akan memusnakan jenis flora dan fauna tertentu. Suhu atmosfer yang semakin
panas dapat meningkatkan kebakaran hutan sehingga berbagai jenis flora dan
fauna hutan terancam punah.
No comments:
Post a Comment